Dalam renungan pagi..menginsafi diri sendiri terasa sayu berbaur duka saat lara menyelubungi tawa..ingin menyembunyi segala rasa namun hanya KHALIK yang maha tahu akan erti sebuah rahsia di hati hambaNYA saat insan lain merasa aku gah memegang sebuah perjalanan ujian yang ALLAH kurnia,dalam detik yang aku sendiri tidak ketahui rahsiaNYA…
Mengarang sebuah karya ini,saban malam mata di genangi air jernih itu,meraung hati lemah dalam dakapan takut akan kebesaranNYA, namun tak siapa mengerti bisikan syahdu dalam lara yang terlihat ceria pada mata terbatas manusia..memang sukar menjalani sebuah percintaan terutama bila hati di tetapkan cinta pada ILAHI,dalam pada masa yang sama hadir rasa rindu yang membuak-buak pada insan selemah diri hamba yang hina.
Ya keperluan cinta itu amat kuat sehinggakan amarah jadi cinta, racun berbisa jadi penawar rindu dan jarum berduri jadi sebuah kasih sayang yang tak bertepi.uniknya perasaan yang timbul ini,seakan mempermain memperbodoh diri hanya tersenyum melihat dinding, tertawa menekan butang kekunci telefon dan kekadang marah melukis di wajah bila cinta itu tak berteman pada siapa….aneh bukan cinta..
Namun jarang yang ingin mengerti segala perasaan cinta,rindu dan sayang itu juga bisa mengeringkan selautan kasih sayang, boleh meranapkan gunung kerinduan dan mematahkan ranting-ranting cinta dan terus mengugurkan daun-daun kebencian bila mana sebuah cinta itu hilang arah sebuah bahtera, terumbang-ambing di pukul badai yang menghempas sebuah perjalanan insan bergelar hambaNYA..
Sayunya hati bila cinta itu pergi,linangan air mata tak mungkin berhenti..tawa di terjemah menyimpan duka sebuah rahsia cinta yang hanya ALLAH maha memahami senyuman palsu terukir di bibir bukan gamabran hati sebenar seorang hambaNYA..menipu setiap mata yang melihat, memperaga lagak gaya seorang yang tabah walhal hati di selubungi tadahan air mata yang melimpah ruah jatuh dari bekas relung hati..
Hanya ALLAH yang mengerti sebuah senyuman itu,tersembunyi jauh di dasarnya tangisan yang teresak-esak mengikat hati yang tak mampu bertahan lagi,seakan pisau yang menghiris nipis-nipis hati meninggalkan kesakitan yang teramat payah untuk di rawat..tapi bila mata terbuka,akal berfikir dan hati merasa segalanya dalam nikmat yang ESA kerna apa?,diri-sendiri pun tidak mampu berkata..amat rumit di terjemah,amat payah di lakar pada pena penulisan dan sangat sulit untuk di ukir pada pertanyaan setiap persoalan..
Menguntum rasa cinta ini juga kernaNYA, memekar kerinduan ini juga kernaNYA, mewangi kasih-sayang ini juga kernaNYA…tak siapa bisa lari bila diri di uji sebegini,hanya kekuatan sabar di bajai ketabahan untuk mengharap pada ILAHI agar segalanya menemui jawapan yang pasti walau hadir cinta pada suatu masa yang lepas bisa menemui pengakhiran. Walau mungkin pengakhiran itu amat memilukan atau mungkin membina jambatan menuju Jannah AR-RAHMAN..
Ya ALLAH…ya KHALIK.. ya FATTAH..ya AZIZ.. ya JABBAR..
Saat segala rasa cinta ini hadir kerna MU untuknya mungkin rahmat MU sering meneman seluruh rasa..namun bila cinta kian terpesong dari matlamatnya murkaMU tiba memisah jasad yang lemah..dan kini aku mengerti segalanya,bukan hukuman yang KAU beri namun sebuah erti yang tak bisa ku mengerti..hanya berserah padaMU, menilai setiap pemberian MU dalam kiraan yang tidak terbilang, dan berusaha meraih cinta MU sebelum selayaknya cinta itu di persembah pada pujaan yang fana..kini aku kembali bukan mungkin sesempurna yang KAU lebih mengetahui,hanya doa mampu ku panjat agar ya ALIM, segalanya dalam jawapan yang memberikan kebahagiaan berpanjangan dan sesungguhnya ENGKAU lebih tahu dari sesiapa pun dan RABBANNA,ENGKAU juga penolong dan pemegang jawapan di atas setiap helaian ujian yang kami jalani…
Hadirnya tanpa ku sedari..menggamit kasih cinta bersemi..
Hadir cinta dalam hidup ku ini..anugerah kurniaan ILAHI..
Ya ALLAH..jika dia benar untuk ku,dekatkanlah hatinya dengan hati ku..
jika dia bukan milik ku, damaikanlah hati ku dengan ketentuan MU..
AMIN ya RABBAL ALAMIN (-__-)
No comments:
Post a Comment